 | Category: | Movies | | Genre: | Other |
FOUR FRREAKING STARS!!! Yes, that's how good it was. I couldn't stop clapping my hands (like energizer rabbit with its drum) and until this point, I couldn't tell why!
It’s been a while since Bandits (Bruce Willis Billy bob Thornton-Cate Blanchett) successfully amazes me. But this one...this LIES & ALIBIS was definitely rank high in my list of cool movies.
Actually, nothing new about the plot but it was the spider web in it that made it special. Somehow you knew what the ending is going to be, but it binds you with a spell and you kept your eyes on the screen. BECAUSE YOU WANTED TO KNOW HOW IT IS DONE! It’s definitely in the PROCESS.
Imagine this: You get: Ocean eleven-the Italian Job-Bandits-Catch me if you can-Confidence-the Thomas crown affair and Trading Places and anything in between IN ONE MOVIE!
Oh soo sorry, I am so not making this review justice but really, go (and buy the dvd) and see the movie. I may overrate this movie, but hell…at least you’ll get entertained.
What you’ll get: 1. Great main actor= Steve Coonan, you may remember him best from “around the world in 80 days” as Phileas Fogg. Here, you might want to consider him as the next James Bond. I mean it! 2. The ELLROY hotel. I don’t think it’s a real hotel, but I sure want to have a front desk officer like the one in it! 3. Girls (and maybe some boys): several seconds (or was it minutes?) of hotness----JAMES MARSDEN NAKED TORSO! Arrrr *not important* 4. Overall, the story itself was DAMN CLEVER! Casts of excellent actors and actresses may not be the standard of a good movie, but in LIES & ALIBIS you do get what you expect. A little bit noir and CONFUSING but I guess it’s alright.
Please, don’t just believe what I said. I may lie…because you see; this fast-paced intrigue movie may not be the one you’re looking for.
  | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
I totally adore this movie! it has clever dialogues along with strong characters. From the very beginning the film would definitely catch your attention with "every day is another day closer to the day i'll never have to do this again". sounds familiar? well yes of course.
it was actually like watching to movie of your (job) life. keep on the wishful thinking, keep telling yourself you'd be better when in reality you're being suck by quicksand.
but anyway...what i love most is definitely the characters : 3 waitresses, 1 cook, 1 dishwasher. put them together in a crazy night somewhere in a London restaurant and you'll see an artist, an actor, a helpless romantic, an author and a revolutionary. Alice as the hysterical cook showed a great deal of well,... hysteria, then there was Abi, the waitress/bartender who couldn't afford her flight back to America. the "Positive but too perky" Madonna was the one i couldn't understand you still got Suzy the dreamy one, probably the sweetest, but i think i real star here is Rita, the philosopher. She could captivate you with her Sartre-like wisdom with a pinch of Austen's romance
like any other great one-night movies, in the end you'll always get the closure, the feeling of joy (somehow)
i'm gonna stop blabbering now, i'm not making this movie a justice. it is simply amazing.
ps : oh did i tell you about the music? they're great !!!   | Category: | Movies | | Genre: | Science Fiction & Fantasy |
Mata Anda lelah ? Konsentrasi Anda buyar ? Segeralah kunjungi bioskop terdekat yang masih memutar film ini. Dijamin segala resah gelisah Anda HILANG TAK BERBEKAS !!!
Prince Caspian menawarkan berbagai efek dan karakter yang memanjakan segala panca indera Anda (kecuali indera perasa) dengan menampilkan William Moseley sebagai (High) King Peter, Ben Barnes sebagai Prince Caspian dan Skandar Keynes sebagai (King, not High King, just) King Edmund yang pasti membuat Anda puas menonton film ini, walaupun tentu saja terdapat beberapa "blunder2" yang agak mengganjal (paling tidak untuk saya).
Dibanding film Narnia pertama, adegan pertempuran dalam Prince Caspian tentu saja lebih MENEGANGKAN...tidak mungkin mengalahkan adegan Helm's Deep di LOTR tentu saja, tapi tetap menghibur. Kehadiran Aslan dalam film ini untuk saya cuma untuk kepentingan poster saja (kalo di poster ada, masa di film ga ada) alias GA PENTING, tempelan aja boneka singa gede yang fluffy dan enak dipeluk. fufufufufu....tak lupa kehadiran sekilas dari seorang tokoh penting yang bikin kangen nonton film pertama, jadi jangan lewatkan film kedua ini !
selling point: 1. Adegan berantem+baju zirah orang2 Telmarinenya OKE BANGET 2. latar tempat : very LOTR...cair paravel bikin gue inget sama CAIR ANDROS di LOTR 3. selanjutnya...terserah Anda   | Category: | Movies | | Genre: | Sports |
apa yang paling catchy dari film ini ? menurut gue warna2 neonnya ! gila beneeeerrrrr...beneran film ini literally an eye candy. Puas deh lo liat warna2 neonnya mantaaap !!!...tapii, menarik juga perhatiin pesan dari film ini : stick to what you believe, in the end...that's all that matter. Speed racer versi kartun yang paling gue inget itu adalah syal merahnya...benar2 norak...tapi ternyata itu salah satu hal yang paling gue cari2 sepanjang film karena itu jadi kayak trademark si Speed. Pemilihan Emile Hirsch jadi Speed udah pas banget, walo gue masih keinget2 karakter yang dia maenin di Into the Wild (dan girl next door). Yang jadi kejutan MENYENANGKAN adalah adanya RAIN alias BI sebagai Taejo. duh, parah deh gue tadi pas di bioskop cuma berdua ama temen sma gue dan norak2an ngomentarin badannya baguslah, bajunya kerenlah, dia lebih tinggi dari Matthew Fox-lah (note: Fox jadi Racer X alias Rex Racer alias kakaknya Speed), adegan silat (weitsss silatttt...berantem deh) yang dilakuin Rain kerenlah anulah itulah...pokoknya giggly stupid girls gitu deh. huahahahaha nggak nyesel nonton film ini ! very entertaining ! ada satu bagian di mana warna ungu dominan banget, sampe2 gue keinget2 coklat Cadburry...dan Charlie and the chocolate factory (jangan tanya kenapa...) tak hanya itu (bahasa gue sales banget ga sih?) efek khususnya juga Ajep dah ! StarWars versi berwarnalah hahaha. sejauh ini saingan special efeknya baru Transformers. yes...it was that good...dan...hampir lupa, scene adegan mulai balapan di casa cristo itu mengingatkan gue ama scene LOTR yang kejar2an ama Orc di Moria. apalagi pilar2 tingginya itu...oh i miss Lotr...
percayalah...menurut gue mendingan nonton speed racer daripada iron man...   | Category: | Books | | Genre: | Mystery & Thrillers | | Author: | Stephenie Meyer |
okay, you probably wont believe my avid (can i use that adjective?) obsession for vampires, Draculas, whatever the name are. and this one is just about it. i actually bought the book because in the back cover, stated one word : "vampire" and dammit, i bought the book because of that ! despite the front cover picture (i hate it by the way) from gramedia's. So, i read it...and i was mesmerized ! not your actual vampire story, but definitely had a "dracomione plot" quality, which means something (at least for me hehhehehe). i know i don't give you much review about the book, but really i'm just being childish and gave praises ! huahahaha
evil, and i just found out that there's more for this twillight series. and i just found out that the movie based on this book is on production, they put kirsten stewart and the hufflepuff guy from harry potter (or check imdb will you!) i just can't wait for the movie and I'M GOING TO BEG MY MOTHER TO BUY ME THE OTHER BOOKS !
oh by the way, i bought the gramedia's version, if you see i put a different cover from that one, is because i hate it so much i prefer the original one.   Aku Ingin
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Puisi ini adalah puisi oleh Sapardi Djoko Damono. gue inget banget sering ketemu ini orang di perpus FIB, tapi entahlah...menurut gue, seperti tokoh besar laennya, kalo dia ga di "elemen"nya, pasti keliatan tersesat.
tapi di puisi ini, jelas banget 'forte' bapak Sapardi.
Pertama gue baca puisi ini di koran tempo, dan bait pertama ditaro sebagai pembuka. Cuma sekejap, tapi mata gue langsung menangkap kata-kata ini. zzzt lagsung deh. Cuma dalam waktu 1 menit, gue langsung hapal semuanya...Tiap kata...
Malamnya, pas gue mao tidur, gue ulang2 lagi puisi ini kayak mantra, dan ada tumpukan emosi yang mendadak mendatangi malam gue...
Gue merasa jatuh cinta...
Rasanya gue punya perasaan yang kuat banget tentang puisi ini. Perasaan yang bikin kelingking lo kesetrum, bikin lo keluar air mata, bikin hati lo sakit dengan kekuatan perasaan itu, bikin semua indra lo lebih hidup.
dan buat gue, puisi ini rasanya bikin gue pengen...
... membisikkan kata2 yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu...
  | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
at first, it was because of the trailer from quickplayer and i just love the idea of a movie about finding yourself (yes, this was one of those kind of movies), and okay, i must admit : i bought the dvd because i see Radcliffe's name in it. but the more i watched it, the more i realised that he wasn't the star of the movie.
this movie's about friendship and family, yeah like i'm going to give you the spoiler ! as if ! anyway, i thought this movie has more than radcliffe's pretty face and the beautiful australian scenery. it was more about longing.
the big plot was the boys compete against each other to be adopted, during their stay on a summer vacation. there you'll see something you'll love : the fish named henry (yes,i'm rambling), our girl Lucy, Bandy and skipper and one couple LONGING for kids and that was about all (it was a very small town)
again, about the longing part, you'll put two and two together, the orphans longed to be adopted (except for Maps), the couple longed for kids, Bandy and Skipper longed to, well, exist, even Henry longed to live (he was dead eventually). see what i'm talking about ?
my favorite lines was : "who knows if any of us would have ever comeback, we could have gone on thinking of the Cove like one of those old postcards...realer than real"
warn you though, this wasn't a movie to enjoy, it was more of a movie to contemplate
  | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
Kenapa gue pilih film ini ? karena : 1. gue suka buku2nya Jane austen !
well, that’s about it.
Tapi trus daftarnya bertambah dengan cast list yang menurut gue lumayan. Anyhoo, back to the review, sebelomnya gue pernah liat novelnya Karen Joy fowler ini di TGA, tapi gue pikir ini yah Cuma chic lit2 biasa yang sebenernya ga oke malah menjurus harlequin, tapi setelah gue nonton filmnya gue malah pengen baca bukunya ! karena gue adalah tipe orang yang beranggapan bahwa buku pasti lebih bagus dari film.
So, ceritanya ga jauh dari kehidupan 6 (dan beberapa karakter tempelan) yang intertwined dan yang menyatukannya adalah book club yang tema diskusinya adalah 6 karya-karya Jane Austen. Jadi masing-masing tokoh harus “megang” satu buku untuk nantinya didiskusiin dan tempat diskusinya juga di tempat masing-masing.
Tiap buku (kisah) pasti ada sedikit permasalahan yang juga dihadepin sama tokoh-tokoh kita ini, misalnya tentang seorang guru yang fall into lust sama salah satu muridnya, but in the other hand, dia masih mau membakar lagi bara api cinta (duh, bahasa gue…) sama pasangannya .
And just like any Austen’s books…you can expect some happy endings (yes, with S, well at least for me *giggles*)
  | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Korean | | Location: | kampus fisip ui depok |
uhhhh...pertama kali nih makan makanan korea (yeah, sushi wannabe beli di KP ga masuk ya, dan bazar BIPA juga ga masuk) ama fanny dan chibi. dari luar emang interior udah asyik ya tapi agak terlalu terekspos, nah dalemnya itu ga gede-gede amat, yah kira-kira 40 orang kali ya bisa masuk duduk. begitu masuk langsung ketemu dapur beserta staf dan di pintu ada ibu pemilik yang orang korea asli. gue bertiga duduk di pojok (meja no.1) dan langsung tanya2 ama si Chibi sebagai "ahli" makanan korea. dan akhirnya gue ama chibi pesen bulgogi (foto1) si fanny pesen Doenjang(foto 2) dan gimbab (foto 3) dan ga lama kemudian, makanannya dateng. makanan si fanny sumpah paling aneh : kayak makan sup Tauco !!!! baunya aneh banget, sup sayur gitu deh. isinya timun, tahu, kerang dan entah apalagi. dari aromanya, gue udah ilfil....(padahal menurut penelitian gue sesaat tadi, itu sup sehat banget lho). untungnya makanan gue si Bulgogi itu rada waras. kayak beef teriyaki, tapi ini pake sayur tumis dan seger deh. ditambah lagi ada kimchi (asinan sawi) pedes dan dingin tapi juga tetep ada sup rumput laut yang namanya miyeok. trus ternyata resto makin rame ama anak2 BIPA yang rindu kampung halaman, jadi rame banget, tapi gue keburu penasaran ama rice cake (gara2 inget carrot cake singapura yang ternyata bukan kue wortel) jadilah gue pesen Taekbokki (foto 4) dan beneran yaaa....Menurut gue itu menu paling asyiiik yang kita pesen. dari rupanya aja udah menggoda, ngepul dan asyiiiik. jadi itu kayak pasta gede kira2 segede jari telunjuk kali ya tapi dari beras dan pake bumbu cabe yang uuuuuhhh, keliatan garang banget tapi ternyata PASSSS dilidah, ditambah sayuran tumis (wortel, kol) dan telor rebus dan kita makan juga gimbabnya dicocol2 ke saus Taekbokki-nya....uuh heaven deh. sejauh ini, kalo lo berminat dateng ke sana, pesen itu dulu deh, tapi jangan pesen yang punya fanny kalo lo bukan Tauco lover. oh ya harga kira-kira 11K-22K belom ppn ya, minumnya standar (mungkin teh koreanya enak? gue ga nyoba) kira2 3K-9K. dan pelayanannya lumayan, mbak2nya bisa aja nih lagi nunggu order meja sebelah tapi matanya ngelirik ke kita dan kita langsung aja tunjuk menu yang kita mao, dan the order coming right up. ga lupa ibu pemilik yang setia ngebukain pintu dan bilang terimakasih. overall, buat korean food virgins apalagi kebetulan anak UI, dateng kesini ga rugi kok =)   | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Jules Verne |
i read this book when i was like 11 and i got the book from ...um somewhere in my grandparents attic and i was excited then, and now like...ten years later, i still found the story as interesting as before, if not even more. the formality of Mr. Fogg, the determine detective Fix, the amazing Passepartout and the beautiful Aouda. anyhow, what i love most about this book was the part where mr. Fogg and the gang decided to save Aouda. i even love the parsee and the elephant. overall, this book was only one of Verne's finests. i so totally recommend this book to everybody who's interested in travel story   | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Indian | | Location: | Bombay Blue. Cikini Raya St. No. 40 Cikini Village, Menteng Central Jakarta City 10330 +62-21-3149127 |
okey dokey, berawal dari crave gue akan roti prata dan teh tarik yang berlanjut ama browsing tempat yang jual prata, entah gimana kemunculan abang gue si bang ali malah jadi browsing resto india. yang muncul sih bukan si resto tapi mendadak abang gue ini inget kalo si resto jual makanan india. anyhoo, si resto ini namanya Bombay blue. kita pesan lebih dari 5 menu deh. sumpah gue lupa nama2nya (oh dammit what's the point of reviewing then ???) anyhoo, gue recommend banget anda sekalian dateng sebelum ini tempat tutup, dan kudu banget coba Hazarvi kebab (25K) tapi jangan pikir ini kebab yang ditutup roti tortillas gitu ye, secara ini adalah daging ayam digulung...ohhhh,nyummm dan buat minumannya ya, mango lasii. hihihihi. abang gue pesen starternya itu kumpulan daging-ikan-udang, enak lho yang merah mengingatkan gue ama daging bebek merah ala peking (*ingat tragedi futcurt di takashimaya singapore?*) trus ada apalagi ya? oh seperti biasa chicken masaala, ternyata chicken masaala yang dibikin tante gue masih kalah ama chicken masaala ini resto *yaiyalah, kokinya aja india asli,singh whatever* trus abang gue laung pesen sesuatu yang mirip lumpia semarang tapi ga digoreng. ada juga pesenan yang serupa ama nasi biryani entah apa namanya (oh readers, please accept my profond apologize for not making this review justice) dan tak lupa, roti paratha, itu yang terdekat yang gue dapet buat crave roti prata gue dan gue pesen bombay blue paratha, yah mince chicken with black pepper dan mint leaves.hummm, not bad. akhirnya buat dessert, kita pesen kulfi mangga...lagi2...lucu, kayak es potong tapi bulet2 dan rasa mangga plus kayu manis. jadi nih ya, gue udah pinter dikit masalah makanan india kalo gue dateng lagi ksana gue bakal pesen appetizernya hazarvi kebab (walopun porsi kagak cocok dibilang appetizer), main coursenya chicken masaala, dessertnya kulfi mangga dan minumnya lasii mangga juga...heaven. although, i have to warn you people yang ga biasa ama makanan india, mungkin kudu siap2 ama bumbu india yang TERNYATA lebih keras dari makanan padang. secara tempat, pewe karena sepi. kalo mo private party enak tuh.gitu aja sih. hehehhe. buat review rada lengkap baeknya liat review abang gue deh.huahahahhaha.   | Category: | Restaurants | | Cuisine: | Other | | Location: | Cikini Raya depan Menteng Huis, sebelahan sama Café au lait. hehehe |
antara masuk toko oen di semarang, ama café batavia di kota dan kopinya...très indonesien deh, sumpah enak. harga sangat terjangkau. huahaha. kue cheesecakenya okeh. tapi beneran kopinya deh. dan guess what, agak ga penting sih, tapi kyaknya nama mas2 baristanya yang gondrong dan rada arab itu emile zola...yeah, can you tell?...(jangan bilang lo ga tau siapa itu emile zola) like all good coffee shops, the iced cafe latté rules. disclaimer: foto ngembat dari flickrnya 536...bukan apa2, pas gue kesana emang gue pesen itu cafe latte, tapi hp gue mati. so...       | LUPUS | Jul 24, '06 9:59 AM for everyone |
 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | hilman |
Lupus, mas Boy, Olga Dan sepatu roda plus café blue (or is it café biru?)
Kalo inget nama-nama itu, inget romantika tahun 90an awal. Semuanya jadi ikon2 anak muda Jakarta yang seru, asyik, gaul (untuk mas Boy : Kaya Raya) dan emang bener2 cocok idup di jaman itu. Buat gue sendiri, tokoh-tokoh itu ikut ngebentuk diri gue sekarang. Mungkin...buat lo semua penggemar Hilman, ngerasain sendiri gimana gokil-nya tuh orang dalam rangka menciptakan tokoh Lupus yang kita cintai (ampe sekarang), cerita yang dibuat selalu terasa ”gue banget”, sederhana, tapi sangat akrab. Sering banget cerita Lupus dan Olga itu bikin gue ngakak setengah mati, tapi ada juga cerita yang mengharu biru (biasanya kalo Hilman udah mulai masukin dikit2 pandangan idupnya) ato kalo baca café blue yang gue anggap karya sastra. kalo buat mas Boy mungkin lebih visual ya, secara gue belom pernah tuh nemu buku catatan si Boy, gue Cuma nonton filmnya ajah. Dengan ongky alexander (oh my God, dia kemana ya?) mbak paramitha rusady dan mbak meriam belina plus mas didi petet yang sempet bikin gue kepengen jadi adeknya mas Boy (yang ganteng, kaya, rajin ibadah, sopan, pinter, punya keluarga asyik, temen2 rame). Jelas, ampe sekarang gue masih jatuh cinta sama lupus, olga, mas boy atao café blue sekalipun dan jelas juga, gue belom nemuin ada pengarang yang bisa bikin ikon anak muda sekarang kayak Lupus ato Olga yang bikin majalah Hai kesemsem. Emang sekarang ada cerita pembangkit nasionalisme kayak 5cm karya donny dirgantoro, atao cerita bloonnya aditya mulya dengan Jomblo ato gege mencari cinta, or Cintapuccino (or even Eiffel, i’m in love)...hanya saja, menurut gue cerita2 itu belom merepresentasikan apa yang pernah direpresentasikan oleh Lupus ato mas Boy Gue dan abang2 gue suka bikin klasifikasi orang berdasarkan jaman apa yang mereka suka. Abang gue bang Ali adalah orang 70an, bang laung adalah orang 80an, dan gue...pastinya orang 90an. Kenapa ? karena di tahun 90an itu banyak hal2 pembentuk diri terjadi di idup gue, kayak : LA Gear, Burger King, Gelael, Seibu, Yaohan, Holiday Inn Batam, Singapore, vanilla...in short, hal-hal baik terjadi ama gue di tahun2 itu. Emang masih terlalu dini bilang taun 90an itu tahun terbaik buat gue, tapi…we live in present time kan? Sekarang kalo gue baca lupus, ada kenangan manis aja yang muncul. Lo tau nggak sih, perasaan rindu ama suasana, aroma, rasa tertentu yang nggak akan ilang walaupun terkadang lo lupa ? nah, perasaan kayak gitu yang muncul sekarang. Kayak kalo gue denger lagu2nya Kla Projek. Warms my Heart banget. Menghangatkan !! Kalo lo punya adek, ato sodara yang nggak kenal ama lupus lebih baik lo kenalin sekarang deh. Emang jaman berubah...bisa aja dulu kita ngaku2 generasi lupus, sekarang mungkin ada generasi AADC or generasi cosmo, Cuma inget aja...itu Cuma ulangan dari apa yang dulu pernah ada dan kalo dulu ada romantisme à la Lupus, apa salahnya sekarang dibuat lagi ? Percaya deh, nggak akan rugi kenalan ama Lupus dan mas Boy. Malah lo bakal ngerasain enaknya jadi anak muda jakarta yang cihuy !!! nongkrong masih pake kata mejeng, maennya bukan di kemang or citos, tapi masih di Blok M, makan bukan di fine dining, tapi di KFC, baju bukan baju ketat2 ,tapi baju kedombrangan, musik masih Paula abdul yang rush2, wah pokoknya 90an banget deh. Jadi inget Ryan Hidayat, Desy Ratnasari ama Ongky Alexander deh. Gila, bikin tulisan aja bikin gue bernostalgia !!! Ketika gue (dulu) baca Lupus, gue emang belom kenal ama seno gumira ajidarma dengan sepotong senja untuk pacarku or Jomblo. Jadi gue bener2 Cuma pembaca setia aja deh, nggak liat2 pengarang or genre ceritanya tapi gue berkeyakinan ini buku (lupus) bakal jadi salah satu buku bacaan paling menghibur sepanjang masa. Ibarat kata Lupus dibuat hardcover buat collector’s edition, gue bakal borong abis! Sorry-dorry-morry yee, gue disini bukan mao jualan or jadi sales buku, Cuma gue mao mengingatkan lagi makhluk2 sejaman ama gue bahwa idup kita masih dipenuhi filsafat2 Lupus yang kejarlah daku kau ku jitak, or Makhluk manis dalam bis. Just remember when you’re feeling sad and you got nowhere to run, you can always come back to the memories, warm as a good cup of coffee and a piece of cake in a rainy day. I LOVE THE 90s, I LOVE LUPUS-and-MAS BOY, I LOVE THE TIME!!!
  | Category: | Music | | Genre: | Indie Music | | Artist: | Sore |
i just love it menurut gue nih lagu dalam album ini (yang dapet banjir pujian dari majalah musik ternama dunia...sumpah!) emang sangat-sangat membebaskan kejenuhan gue dari musik2 pasaran. dan beberapa kali gue nonton acara mereka (yang hampir selalu sore hari...*beneran deh ambiancenya dapet banget!!* ) totally reminds me of those glorious moments dan era perjuangan ...you know? romanticism. 
| |