Puisi ini adalah puisi oleh Sapardi Djoko Damono. gue inget banget sering ketemu ini orang di perpus FIB, tapi entahlah...menurut gue, seperti tokoh besar laennya, kalo dia ga di "elemen"nya, pasti keliatan tersesat.
tapi di puisi ini, jelas banget 'forte' bapak Sapardi.
Pertama gue baca puisi ini di koran tempo, dan bait pertama ditaro sebagai pembuka. Cuma sekejap, tapi mata gue langsung menangkap kata-kata ini. zzzt lagsung deh. Cuma dalam waktu 1 menit, gue langsung hapal semuanya...Tiap kata...
Malamnya, pas gue mao tidur, gue ulang2 lagi puisi ini kayak mantra, dan ada tumpukan emosi yang mendadak mendatangi malam gue...
Gue merasa jatuh cinta...
Rasanya gue punya perasaan yang kuat banget tentang puisi ini. Perasaan yang bikin kelingking lo kesetrum, bikin lo keluar air mata, bikin hati lo sakit dengan kekuatan perasaan itu, bikin semua indra lo lebih hidup.
dan buat gue, puisi ini rasanya bikin gue pengen...
... membisikkan kata2 yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu...